Sabtu, 08 November 2014

Sewaan / DiKontrakan Rumah STRATEGIS - di TENGAH KOTA Bandung

Di kontrakan TANPA PERANTARA 

Alamat Rumah : Jl. Nilem V No.25 Buah batu - Bandung
HUB : 0878 2298 4716  .... Pin BB : 27CBC148
 
Luas Rmh : 150 M2
Kondisi : Layak huni/Permanen (4 Kamar Tidur, 1 RUtama, 1 RKeluarga, 2 Kamar Mandi, Dapur),

Lokasi Strategis (Dekat Jalan Utama, Dekat ke Pertokoan / Pasar, Dekat ke Terminal & ke arah Jalan Toll, Dekat Sekolahan / Kampus / Perkantoran / Bank / Hotel HORISON / Hotel Sepuluh, Dekat Rumah Sakit Muhammadyah) - di TENGAH KOTA Bandung
 
Fasilitas : PDAM 24 jam, PLN 2200 KWh
Cocok Utk :
Rumah Tinggal/PerKantoran

Bisa Berikut / Plus Perabot

Contact :
Pak KEN Kanaidi
(Hp : 0812 2353 284 – 0878 22 98 4716)
-----------------------------------------------------

Sabtu, 27 Juli 2013

ANNUAL REPORT PT Pos Indonesia (Persero) Tahun 2012, Peserta Annual Report Award (ARA)


ANNUAL REPORT PT Pos Indonesia (Persero) 2012 yang disusun oleh Tim IPO - PT Pos utk Pertama kalinya ikut ajang bergengsi "Annual Report Award (ARA)" 2013 . . . . . click di http://ipo-posindonesia.blogspot.com/

Selasa, 02 Juli 2013

PENGARUH KOMUNIKASI PEMASARAN DAN KERELASIAN NASABAH TERHADAP LOYALITAS NASABAH

Nandan Limakrisna
Jurnal Ekonomi Bisnis No. 1 Vol. 13, April 2008

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis pengaruh parsial dan simultan komunikasi
pemasaran dan relasi pelanggan terhadap loyalitas pelanggan. Objek penelitian
adalah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di bank Jabar Banten. Suatu survey
dilakukan untuk mengumpulkan data di kantor cabang Padalarang, dengan responden
adalah pengusaha UKM yang merupakan nasabah bank. Kuesioner menjadi
instrumen penelitian dan disebarkan kepada responden. Data yang terkumpul
dianalisis menggunakan uji statistik F dan t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
komunikasi pemasaran dan relasi pelanggan secara simultan mempengaruhi loyalitas
pelanggan. Relasi pelanggan memiliki pengaruh parsial yang paling dominan
terhadap loyalitas pelanggan.
Kata Kunci : komunikasi pemasaran, relasi pelanggan, loyalitas pelanggan, kredit
UKM, bank Jabar banten

PENDAHULUAN
Sesuai dengan fungsi bank sebagai
badan usaha yang menjalankan peran
intermediasi, penyaluran kredit
merupakan salah satu kegiatan usaha
bank yang dominan. Oleh karena itu tak
heran apabila pendapatan bunga kredit
menjadi sumber pendapatan terbesar
perbankan. Kredit sebagai kegiatan usaha
utama perbankan senantiasa mengandung
resiko yang relatif besar. Timbulnya
kredit nonlancar atau kredit bermasalah
dan kerugian karena pemberian kredit
sebagai resiko kredit, yang akan
mempengaruhi tingkat kesehatan bank
dan berkurangnya pendapatan bunga
kredit yang seharusnya diterima.
Lambatnya pertumbuhan penyaluran
kredit terutama kredit kepada UMKM
dan rendahnya rasio pinjaman terhadap
deposito menunjukkan bahwa fungsi ..... . . . ... (baca_selengkapnya)  

Artikel lengkap dikompilasi oleh/hubungi :
Kanaidi, SE., M.Si (Penulis, Peneliti, PeBisnis, Trainer dan Dosen Marketing Management).
e-mail ke : kana_ati@yahoo.com atau kanaidi@poltekpos.ac.id
HP. 08122353284
------------------------------- 
Butuh Artikel/Jurnal Lainnya ?, click di :
Kami memiliki beberapa Artikel/Jurnal tentang :
                                                   
“Peluang BISNIS ONLINE” secara Sederhana……MINAT?... coba lihat (click) dulu di http://formulabisnis.com/?id=ken_kanaidi
 
E:\K A N A I D I\Journal Loyalty

Jumat, 08 Maret 2013

Kanaidi, SE., M.Si sebagai Pembicara "Seminar PERIKLANAN ( Ambient Media )" di Univ. Esa Unggul Jakarta, 06 Maret 2013


Photo2 sebagai Pembicara "Seminar PERIKLANAN ( Ambient Media )" di Univ. Esa Unggul Jakarta, 06 Maret 2013 ...click di....http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3839048354643.1073741825.1831077976&type=1

Seminar dibuka oleh Bapak DR. Indrawadi Tamin, M.Sc (Dekan FIKOM UEU, Dewan Pengawas LPP TVRI, Komisaris Tabloid Infotainment C & R ). Moderator : Ibu Euis Nurul, SE., M.Si (Ka.Jur Periklanan UEU).
Hadir juga dalam seminar tersebut Bapak Abdurrahman dan para Dosen, serta sekitar 250 orang Mahasiswa Univ. Esa Unggul Jakarta sebagai peserta.
Lihat juga di .... http://www.esaunggul.ac.id/news/10766/

 

Selasa, 27 November 2012

Perancangan Komunikasi Pemasaran Terpadu Untuk Fasilitas Baru Kebun Binatang Surabaya

Oleh : Dinar Wahyu Kuncoro
Publikasi pada : JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 1, No. 1, (Sept. 2012) ISSN: 2301-928X

Abstrak
 Kebun Binatang Surabaya (KBS) adalah salah
satu kebun binatang yang populer di Indonesia. Beberapa
tahun yang lalu KBS juga sempat menjadi salah satu kebun
binatang dengan koleksi satwa terlengkap se-Asia Tenggara.
Namun pada saat ini kondisi KBS sudah sangat berbeda,
menyusul berbagai macam permasalahan yang terjadi di KBS
diantaranya kematian – kematian satwa langka yang terus
terjadi, konflik internal KBS yang berkepanjangan. Perbaikan
citra KBS di masyarakat adalah hal yang akan dilakukan oleh
KBS demi memperbaiki dan mempertahankan salah satu ikon
kebun binatang di Indonesia. Dengan adanya fenomena
tersebut, penelitian yang dibuat adalah sebuah perancangan
komunikasi pemasaran terpadu yang bertujuan untuk
mengkomunikasikan perbaikan – perbaikan yang ada di KBS.
Penelitian dilakukan dengan beberapa cara, antara lain
pengamatan berupa survei langsung di lapangan dan
wawancara dengan stakeholder KBS sebagai data primer.
Selain itu perolehan data juga diperoleh dengan mengunakan
literatur seperti buku, majalah, dan sumber lainya sebagai data
sekunder. Hasil data didapatkan konsep baru KBS yang
menawarkan tempat baru untuk berkumpul bersama dengan
suasana alami didalamnya. Konsep tersebut akan dijadikan
sebagai pemikiran utama “The point of natural refreshment”
sebagai slogannya. Melalui penelitian ini diharapkan dapat
mengembalikan citra KBS sebagai salah satu ikon Surabaya di
mata masyarakat dan menarik minat masyarakat untuk
berkunjung ke KBS.
Kata Kunci : Komunikasi Pemasaran, Terpadu, Kebun
binatang Surabaya, Natural Refreshment

PENDAHULUAN
URABAYA merupakan kota terbesar kedua di
Indonesia. Di kota inilah banyak berdiri banyak
bangunan yang berfungsi sebagai pusat perdagangan. Dari
perkembangan yang terjadi inilah banyak sekali orang–
orang yang datang ke Surabaya untuk berbisnis. Para
pendatang juga bukan saja berasal dari pulau Jawa namun
juga pulau–pulau lain di Indonesia. Semakin pesat
berkembangnya kota Surabaya membuat kota metropolitan
ini lama– kelamaan menjadi kota yang sibuk akan kegiatan
perkantoran dan bisnisnya. Di tengah padatnya kota
Surabaya yang semakin berkembang pesat, warga di kota
Surabaya khususnya membutuhkan tempat rekreasi yang
dapat menjadi jujukan untuk melepas penat dari kesibukan
sehari–hari. Pada saat ini telah banyak didirikan tempat
wisata di Jawa Timur dengan daya tarik satwa dan flora
sedang digemari. . . . .(baca_selengkapnya )


Artikel lengkap dikompilasi oleh/hubungi :
Kanaidi, SE., M.Si (Penulis, Peneliti, PeBisnis, Trainer dan Dosen Marketing Management).
e-mail ke : kana_ati@yahoo.com atau kanaidi@poltekpos.ac.id
HP. 08122353284
-------------------------------
Butuh Artikel/Jurnal Lainnya ?, click di :
E:\K A N A I D I\Data\My Docu\aKEN\JOURNAL\Jurnal IMC

Analisis Dampak Implementasi Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Penciptaan Ekuitas Merek

Oleh : Sunarto Prayitno
Publikasi pada : Journal of Strategic Communication, Vol.1 No.1 Sept.2010

Abstrak
Kondisi persaingan yang ketat di industri perbankan di Indonesia ditandai dengan banyaknya pemanfaatan khususnya progam-program sales promo on, yang menimbulkan pertanyaan bahwa perbankan yang seharusnya sebagai perusahaan yang lebih memasarkan jasa yang bersifat high involvement product, selayaknya lebih menikberatkan pada penciptaan citra maupun ekuitas produk. Maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk memahami peranan atau pengaruh elemen-elemen komunikasi pemasaran terhadap pembentukan ekuitas merek.
Model Integrated Marke ng Communica ons dijadikan referensi utama sebagai teori yang menggambarkan keterkaitan dan pengaruh bermacam elemen komunikasi pemasaran dalam penciptaan ekuitas merek. Paradigma posi vism dimanfaatkan dalam penelitian ini, yang lebih bersifat kuantatif dalam upaya untuk memahami keterkaitan dan pengaruh antara elemen-elemen komunikasi pemasaran yang dikelompokkan dalam klasifikasi so -sell dan hard-sell terhadap pembentukan ekuitas merek. Konsumen, baik nasabah maupun bukan nasabah bank terkait dipilih sebagai responden, di mana data diambil dari tiga kota, yaitu: Jakarta, Medan, dan Surabaya sejumlah 246 orang dengan menggunakan kuesioner tertutup. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa elemen-elemen komunikasi pemasaran yang bersifat so -sell memberikan kontribusi atau pengaruh yang lebih besar di
banding elemen yang bersifat hard-sell dalam pembentukan ekuitas merek.
Kata Kunci: Komunikasi pemasaran terpadu, hard-sell, so -sell, tanggapan, ekuitas merek, high involvement product.

.(baca_selengkapnya )



Artikel lengkap dikompilasi oleh/hubungi :
Kanaidi, SE., M.Si (Penulis, Peneliti, PeBisnis, Trainer dan Dosen Marketing Management).
e-mail ke : kana_ati@yahoo.com atau kanaidi@poltekpos.ac.id
HP. 08122353284
-------------------------------
Butuh Artikel/Jurnal Lainnya ?, click di :
E:\K A N A I D I\Data\My Docu\aKEN\JOURNAL\Jurnal IMC

A Case Study: Why a Brand’s Most Loyal Should Be its Most Valued

by :  MICHELLE A. ELHERT & NICHOLAS ZIEGLER
 Published : J O U R N A L  O F  Integrated Marketing Communications_ 2010

ABSTRACT
Many organizations frequently refer to having a “customer-first” strategy, yet often this catchphrase is merely conceptual. It’s the first thing to go when growth stalls, and the company often reverts to a bottom-line, shareholder-centric approach. It is the rare few that have been able to rework traditional marketing and sales initiatives to execute business operations and strategies to keep the customer top-of-mind. dunnhumby challenges organizations to embark on a customer-first journey, forcing a shift in the brand-management paradigm. dunnhumby finds itself in a unique position despite the downturn since it has worked to find ways to truly keep its stated goals as its main focus. Integrated marketing communications is very much alive at the company, serving as proof that the IMC methodology is a viable, profitable solution. At the heart of the approach is a customer-first strategy, supported by the Power of Three: the retailer, the manufacturer and dunnhumby. The following article shares a framework and case-study example to illustrate how brands may execute a customer-first strategy – allowing them to not only survive but also thrive in a tough economy.
. .. .(baca_selengkapnya )


Artikel lengkap dikompilasi oleh/hubungi :
Kanaidi, SE., M.Si (Penulis, Peneliti, PeBisnis, Trainer dan Dosen Marketing Management).
e-mail ke : kana_ati@yahoo.com atau kanaidi@poltekpos.ac.id
HP. 08122353284
-------------------------------
Butuh Artikel/Jurnal Lainnya ?, click di :